Rancangan desain mobil balap karya dua mahasiswa Institut
Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, menyabet gelar Honorable Mention
pada gelaran Michelin Challenge Design 2017.
Dua mahasiswa yang mendapat penghargaan prestisius ini
adalah Andhika Dimas Dwiputra dan Freksa Arista Ihsan, mahasiswa Jurusan Desain
Produk Industri (Despro).
"Ini merupakan pertama kalinya mengikuti ajang
desain mobil. Tanpa disangka, mobil kami yang bernama Audi Ayrus bertengger di
20 besar finalis terbaik dari total 1.600 peserta yang berasal dari 80 negara,
dan menjadi satu-satunya peserta yang mewakili Indonesia," kata Adhika
Dimas Dwiputra di Surabaya, Kamis (3/11/2016).
Dimas menjelaskan, kompetisi ini sebenarnya telah ada
sejak tahun 2002, namun, baru pada 2007 kompetisi ini menjadi terkenal di
kalangan mahasiswa Despro.
Sementara itu, rekan Dimas, Freksa Arista Ihsan
menjelaskan, jenis mobil yang dikompetisikan merupakan mobil Lemans. Yakni
sebuah mobil yang sudah umum di luar negeri untuk balapan 24 jam non-stop.
"Dalam kompetisi ini kita dituntut untuk menciptakan
desain mobil yang bisa mendukung performanya," kata Aris.
Sesuai dengan tema, yakni the Design for the Win,
kategori penilaian mengacu pada banyak hal seperti estetika, inovasi, pemecahan
masalah, hingga kemampuan adaptasinya di masa depan.
"Kebetulan desain mobil yang diciptakan ini
dikhususkan untuk tahun 2030. Di mana teknologi diprediksi sudah sangat maju,"katanya.
Aris menjelaskan, inovasi yang diusulkan adalah
penggunaan ide levitasi. Di mana fungsi mesin sebagai penggerak utama ban akan
dihilangkan. "Bisa dibilang mobil kita ini tidak memiliki mesin, hanya ada
sistem magnet sehingga tanpa suspensi. Kita menggunakan sistem penggerak
dinamo," ujarnya.
Sebab, lanjutnya, dalam merancang desain mobil harus
diperhatikan detailnya guna mendapatkan kecepatan maksimal
EmoticonEmoticon