Telphone sejuta umat, mungkin itu salah satu sebutan yang cocok untuk merek hp satu ini.
Nokia sebuah perusahaan telpon genggam asal Finlandia
pernah menjadi salah satu perusahaan yang merajai penjualan ponsel di dunia.
Salah satu produknya yang paling legendaris adalah Nokia 3310.
Nokia 3310 telah dikenal mempunyai baterai super awet
hingga berhari-hari meskipun pengguna sedang memainkan game Snake II
berjam-jam. Tak hanya itu bahkan jika misal ponsel ini berkali-kali jatuh,
nyaris tak ada gangguan mesin yang terjadi.
Belakangan muncul gambar meme yang menceritakan betapa
garangnya Nokia 3310. Sebuah channel Youtube HaerteTest pun melakukan
eksperimen untuk membuktikan kekuatan dari ponsel tersebut.
Tanyangan yang pertama untuk episode Nokia 3310 dari
HaerteTest adalah memanaskan mata kapak dengan api bersuhu tinggi, lalu
memakainya untuk membelah casing Nokia 3310. Dengan akal sehat, kesimpulan tes
absurd ini seharusnya terang belaka. Nokia 3310 pasti akan lumer dan hancur.
Nyatanya, setelah dibelah berulang kali, dilelehkan
menggunakan sisi kapak, dan diiris-iris, bentuk 3310 itu masih menyerupai
ponsel. Meskipun layar dan keypad rusak namun rangka ponsel masih tetap utuh.
Percobaan selanjutnya dengan menumpahkan lelehan batu bara mendidih ke layar
3310. Dan hasilnya ponsel itu masih menyala.
Namun nahas, nasib Nokia tak panjang. Pasca munculnya
Android dan gempuran IPhone, Nokia seperti ditelan bumi bahkan harus menjual
divisi ponselnya ke perusahaan asal Amerika yakni Microsoft.
"Nokia sangat besar di Finlandia pada semua indikator
dan ketika mereka anjlok kami ketakutan terhadap kemungkinan
konsekuensinya," kata Kari Kankaala, direktur ekonomi di kota Tampere yang
dikutip dari BBC.
Tampere dulu adalah kota yang jadi markas riset dan
pengembangan Nokia terbesar, yang pernah mempekerjakan 4.000 karyawan dengan
keahlian tinggi. Kini tidak lagi dan membuat kota itu mengalami masa suram.
"Nokia dulu adalah tulang punggung segala hal di
sini. Universitas bergantung pada kolaborasi dengan Nokia, anak muda ingin
dipekerjakan oleh Nokia," kata Kari. "Sekarang situasi pengangguran
kami mengerikan dengan persentase 14% sampai 15%,"
Setelah menjual divisi ponselnya, Nokia fokus pada
perbaikan infrastruktur telekomunikasi. Meskipun begitu, kejatuhan Nokia di
industri telpon genggam masih dan berdampak sangat besar.
Nokia di jagat ponsel masih berdampak besar.
Nokia di jagat ponsel masih berdampak besar.
"Nokia is back in 2017"
Sumber: timesindonesia.co.id



EmoticonEmoticon