Google melalalui anak perusahaannya Alphabet Inc,
menyatakan akan membatasi iklan-iklannya yang terpasang padsa situs
berita-berita palsu.
Keputusan ini akan diterapkan Google mulai Senin
(14/11/2016) waktu AS. Dalam keterangan Google yang disampaikan Andrea Faville
kepada Reuters, keputusan Google ini diambil karena didasari oleh keperihatinan
terkait tersebar luasnya informasi online yang tidak akurat.
Faville mengatakan pihak Google akan mengambil langkah
untuk membatasi layanan iklan pada laman-laman yang salah menggambarkan, salah
mengutarakan atau mengaburkan informasi menyangkut penerbit, konten penerbit
atau tujuan dasar properti web.
"Perubahan kebijakan yang diambil Google ini akan
segera diterapkan," kata Faville.
Sumber: timesindonesia.co.id

EmoticonEmoticon