Dikutip TIMES Indonesia dari Techtimes,
hingga Januari 2017 Pokemon Go mengumpulkan pendapatan USD 1
miliar (sekitar Rp 13,35 triliun) sejak diluncurkan enam bulan lalu.
Game yang sempat jadi polemik di Indonesia karena
disebut-sebut bisa jadi mata-mata akrena menyedot data itu juga terus melakukan
inovasinya. Itu dilakukan karena ada tren penurunan pengguna hingga memasuki
awal 2017.
Terutama di Tiongkok.Karenanya, Niantic Lab berencana melakukan ekspansi ke
Korea Selatan untuk menyasar pengguna mobile di Negeri Gingseng itu.
Analis mencatat, saat ini, rata-rata pendapatan
harian Pokemon Go ditaksir berkisar USD 1,5 juta (Rp 20 miliar).
’’Dengan penambahan vitur baru, kami akan terus membangkitkan kembali
kejayaan Pokemon Go,’’ ucap salah satu pejabat di Niantic.
Fitur-fitur baru itu salah satunya menambah karakter
baru, membuat event spesial, dan menyasar Pokemon Go di
Apple Watch.
Sumber: timesindonesia.co.id

EmoticonEmoticon