Samsung mengalami penurunan penjualan di kuartal ketiga
2016. Setelah menghadapi insiden baterai pada lini Galaxy Note 7 dan menariknya
dari pasar. Kontras dengan dua produsen asal China yang justru melonjak
drastis, seperti Oppo dan Huawei.
Data yang dirilis oleh lembaga riset Gartner mengenai
penjualan ponsel pintar di kuartal tiga 2016 menunjukkan bahwa Samsung
mengalami penurunan unit penjualan produknya dibanding kuartal yang sama tahun
lalu.
Pada kuartal tiga 2015, Samsung mampu menjual 83,58 juta
unit ponsel pintarnya dengan pangsa pasar 23,6 persen dalam skala global.
Huawei menempati posisi ke-tiga dunia dengan jumlah
penjualan 32,4 juta unit. Angka tersebut menunjukan pertumbuhan signifikan bagi
perusahaan jika melihat dari kuartal yang sama tahun lalu, yakni 27,4 juta
unit.
Hal ini menjadikan pangsa pasar Huawei turut melonjak
dari kuartal yang sama pada 2015, yakni dari 7,7 persen menjadi 8,7 persen.
Pun begitu dengan Oppo yang berada di posisi ke-empat.
Penjualan kuartal tiga 2016 yang berhasil diraup Oppo adalah 24,9 juta unit.
Sementara di periode yang sama tahun lalu penjualannya 11,8 juta unit.
Pangsa pasarnya pun melesat tajam, dari 3,4 persen ke
angka 6,7 persen.
Sementara untuk Apple yang sejatinya masih setia
membuntuti Samsung dari segi pangsa pasar di urutan ke-dua, Gartner mencatat
ada penurunan penjualan.
Di kuartal tiga 2016, Apple menjual 43 juta unit ponsel
pintar, sementara di periode yang sama tahun lalu angkanya lebih besar yakni 46
juta unit.
Pangsa pasar Apple sekarang berada di angka 11,5 persen,
padahal pada kuartal tiga 2015 perusahaan pimpinan Tim Cook ini mampu mencapai
13 persen.
Anjloknya penjualan Apple membuat pangsa pasarnya rentan
disalip
oleh Huawei. Sebelumnya pihak Huawei kerap mengatakan b ambisi
perusahaan memang menyalip Apple sebagai produsen ponsel pintar terbesar ke-dua
dunia.
Hal tersebut diyakini kepala eksekutif bidang bisnis
konsumen Huawei Richard Yu mampu dicapai dalam dua tahun ke depan.
"Masih banyak kesempatan di depan. Ini seperti
mengendarai mobil. Selalu ada kesempatan untuk mengambil alih kompetisi di
setiap tikungan," kata Yu dengan percaya diri.

EmoticonEmoticon