Kamis, 02 Februari 2017

Pasar Apple dan Samsung di Tiongkok Terus Mengkerut


Pasar ponsel pintar di Tiongkok terus mengecil untuk Apple dan Samsung. Kedua raksasa teknologi itu kalah bersaing dengan handset murah di entry-level dan mid-range.

Pengiriman ponsel pintar di Negeri Tirai Bambu sendiri menembus 149 juta unit - naik 14,9 persen tahun ke tahun pada selama kuartal kedua. Sementara di kuartal sebelumnya, pengiriman naik 2,7 persen.

Kenaikan itu disumbangkan ponsel model 4G level menengah yang mampu mencuri perhatian pelanggan tiga operator besar Tiongkok - China Mobile, China Unicom dan China Telecom. Dengan masing-masing operator menawarkan subsidi untuk model tersebut, ketersediaan pun meningkat di saluran ritel.

Selama dua kuartal pertama tahun ini, produsen smartphone mengirimkan ponsel lebih banyak dari jumlah yang dibeli konsumen. Akibatnya, para pengamat memperkirakan bakal ada 'perubahan angka ketersediaan' selama kuartal keempat mendatang.

Penelitian DIGITIMES menempatkan Huawei sebagai produser top smartphone di China dengan pangsa pasar 14 persen dari April sampai Juni. Oppo berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 12,7 persen, diikuti Vivo dan Xiaomi masing-masing dengan pangsa pasar 11,2 persen dan 10,4 persen.


Apple sendiri hanya mampu nangkring di posisi kelima. Jika di laporan sebelumnya Apple mengklaim 10,8 persen pangsa smartphone Tiongkok selama kuartal pertama tahun ini - turun dari angka 12 persen pada kuartal pertama 2015, pangsa Apple kini hanya berada di satu digit dan memaksa mereka melirik pasar baru di India.




EmoticonEmoticon