Untuk meramaikan pasaran drone dan sekaligus menjangkau
pengguna di kalangan industri, Perusahaan Intel mulai memprodukis sebuah
drone Falcon 8+.
Berdasar informasi yang dihimpun TIMES Indonesia dari
Recode, drone baru Intel ini cukup ringan, hanya dengan bobot sebesar 2,7
kilogram.
Drone ini memiliki kemampuan terbang lebih cepat
dibandingkan drone untuk segmen pehobi. Karena drone ini mempunyai kecepatan
maksimal 35 mil atau sekitar 56 kilometer per jam.
Selain itu, produk terbaru ini dapat dikendalikan
melalui sebuah kokpit pengendali. Kokpit ini, dilengkapi dengan sebuah
joystick, tablet, dan kemampuan tahan air.
Intel membekali drone tebarunya, Falcon 8+ dengan sensor
pemindai udara serta sistem auto pilot AscTec Trinity.
Tak hanya itu, Intel juga menerapkan sistem yang bisa
memberikan hasil pindai dengan tingkat akurasi hingga ukuran milimeter,
sehingga akan sangat membantu untuk mendeteksi berbagai hal secara detail.
Drone ini sangat cocok untuk meinspeksi suatu wilayah
industri, atau meninjau wilayah konstruksi yang sangat luas dan membutuhkan
waktu berjam-jam jika dilakukan dengan berjalan kaki.

EmoticonEmoticon