Seorang peneliti bernama Jonathan Zdziarski menemukan jejak
percakapan yang telah dihapus dan dapat disatukan kembali pada versi
terbaru aplikasi WhatsApp untuk Apple iOS.
Dilansir dari laman CNET, Zdziarski menyampaikan bahwa jejak percakapan dapat disatukan kembali untuk menjadi percakapan, dan dapat bertahan selama berbulan-bulan.
Cara memusnahkannya, kata Zdziarski, hanya dengan menghapus aplikasi WhatsApp dari telepon pintar (smartphone) tersebut.
Ia menambahkan, aplikasi pesan iMessage Apple juga mengalami masalah tersebut.
Pihak Facebook maupun Apple belum menanggapi terkait hal tersebut.
Pada 2013, Edward Edward Snowden membocorkan dokumen rahasia National Security Agency Amerika Serikat. Pasca kejadian itu, muncul isu privasi dan enkripsi, yaitu coding pesan yang hanya bisa dibaca oleh penerimanya.
Terkait jejak percakapan yang muncul, Zdziarski meminta para pengguna WhatsApp tidak perlu panik. Namun, lanjutnya, perlu disadari potensi penegak hukum untuk mengakses percakapan yang semestinya sudah dihapus.
Sumber : timesindonesia.co.id
Dilansir dari laman CNET, Zdziarski menyampaikan bahwa jejak percakapan dapat disatukan kembali untuk menjadi percakapan, dan dapat bertahan selama berbulan-bulan.
Cara memusnahkannya, kata Zdziarski, hanya dengan menghapus aplikasi WhatsApp dari telepon pintar (smartphone) tersebut.
Ia menambahkan, aplikasi pesan iMessage Apple juga mengalami masalah tersebut.
Pihak Facebook maupun Apple belum menanggapi terkait hal tersebut.
Pada 2013, Edward Edward Snowden membocorkan dokumen rahasia National Security Agency Amerika Serikat. Pasca kejadian itu, muncul isu privasi dan enkripsi, yaitu coding pesan yang hanya bisa dibaca oleh penerimanya.
Terkait jejak percakapan yang muncul, Zdziarski meminta para pengguna WhatsApp tidak perlu panik. Namun, lanjutnya, perlu disadari potensi penegak hukum untuk mengakses percakapan yang semestinya sudah dihapus.
Sumber : timesindonesia.co.id

EmoticonEmoticon