Senin, 30 Januari 2017

Penyebab Smartphone Samsung Galaxy Note 7 Mudah Meledak


Dari banyaknya konsumen yang mengeluhkan Smartphone besutan Samsung yang satu ini mudah meledak dan cepat panas. Akhirnya Samsung secara resmi mengumumkan penyebab mudah meledak dan mudah panas dari Galaxy Note 7-nya tersebut.

Pihak samsung telah melakukan penyeledikan dan akhirnya diketahui salahsatunya berasal dari dua hal yang dan pada bateray yang berbeda.

Banyak hal yang telah dilakukan oleh pihak Samsung, salah satunya yakni merilis unit pengganti yang mana menggnakan desain batrai yang berbeda dari yang sebelumnya atau lebih tepatnya dengan menggunakan desain batrai baru.

Dalam temu pers, Samsung memulai dengan permintaan maaf. "Saya benar-benar meminta maaf kepada pelanggan kami," tutur DJ Koh, Samsung Electronics Mobile Chief. Selasa (24/1/2017).

"Sebagai langkah pertama untuk mendapatkan kembali kepercayaan Anda, penting untuk memberikan pemahaman mengenai masalah ini (mudah terbakarnya Galaxy Note 7)," imbuhnya.

kelamahan dari baterai yang menyabebakan si Galaxy Note 7 itu mudah meledak adalah dari desain di bagian pojok kanan atas dari batrei tersebut yang bisa menimbulakn korsleting, hal ini berdasarkan hasil dari Investigasi dari pihak Samsung.


Dan salahsatu penyebab yang lain yakni bentuk Casing eksternal baterai juga dinilai terlalu kecil untuk komponen yang ada di dalamnya. Akibatnya, elektroda baterai yang ada di dalamnya mengalami pembengkokan dan posisi ujung elektroda negatif menekan pojok kanan atas casing baterai.

Sementara itu, baterai jenis kedua yang dipasang di unit pengganti memiliki kendala dalam proses manufakturnya. Baterai tersebut mudah terbakar karena ada cacat dalam proses pengelasan.

Hal itu terjadi karena pabrikan baterai terlalu terburu-buru memproduksi baterai demi memenuhi tuntutan kebutuhan. Bagian yang tidak dilas secara sempurna itu mudah menimbulkan korsleting di komponen baterai.

Sebelumnya, para pengamat dan ahli memprediksi ukuran baterai yang tidak umum membuatnya mudah terbakar. Baterai Note 7 yang bermasalah di batch pertama diketahui diproduksi oleh anak usaha Samsung sendiri, SDI. Sementara itu, baterai batch kedua yang berada di dalam unit pengganti adalah buatan Amperex Technology.

Petinggi Samsung AS mengatakan, jika tidak ada cacat dalam unit baterai pengganti, kemungkinan Galaxy Note 7 masih beredar di pasaran hingga sekarang.Untuk diketahui dalam penyelidikan tersebut, Samsung telah membangun laboratorium penguji eksklusif untuk mengungkap penyebab meledaknya Galaxy Note 7.
Setelah mengetahui penyebab tersebut, Samsung akan membuat smartphone lebih baik dengan mengikuti standar keamanan tingkat tinggi.



Sumber : www.timesindonesia.co.id


EmoticonEmoticon